Minggu , Januari 23 2022
Tips berkendara

Tips Berkendara Aman di Jalanan Licin dan Penuh Kelokan

Tomoc News – Seringkali kita membutuhkan tips berkendara demi mengantisipasi kecelakaan yang kerap terjadi di jalanan. Kita tahu, Indonesia memiliki banyak jalan, mulai dari jalan di pedesaan hingga perkotaan.

Banyak daerah di Indonesia yang memiliki kondisi jalanan dengan kontur perbukitan bahkan pegunungan. Kondisi tersebut membuat jalanan menemui banyak kelokan.

Selain banyaknya kelokan, banyak jalanan di Indonesia yang tidak dibekali dengan marka sebagai pembatas antar jalur kendaraan. Oleh sebab itu, jika kamu berkendara di jalanan semacam ini harus sangat berhati-hati dan membutuhkan konsentrasi yang tinggi.

Salah satu potensi bahaya yang sering ditemukan adalah ketika pengguna jalan yang melalui jalanan berkelok tanpa marka jalan yang mana pengguna jalan tersebut abai hingga mengambil jalur dari arah yang berlawanan.

Seringkali ditemukan kejadian semacam ini, apalagi jika pengguna jalan yang memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi meski jalan yang dilalui penuh kelokan.

Berikut adalah tips dari Agus Sani sebagai Head of Safety Riding Promotion Wahana mengenai cara berkendara yang baik di jalanan dengan kondisi berkelok.

1. Tetap Berada di Jalur yang Semestinya

Penyebab paling utama kecelakaan terjadi adalah pengguna jalan yang mengendarai kendaraan di jalur yang tidak semestinya.

Jika jalanan tersebut memiliki rute dua arah dan misalnya pengguna jalan yang berada di sisi kiri, sebaiknya pengendera tidak melaju kendaraanya ke arah yang lainnnya sehingga menyebabkan berlawanan arah.

Yang paling utama adalah pengendara tetap berada di jalur semestinya yakni di sisi kiri jalan. “Karena jalanan tadi dua arah, sehingga jangan terlalu ke bagian tengah, apalagi berada di sisi kanan jalan,” ucap Agus.

2. Jangan Mengambil Arah Berlawanan

Penyebab kedua kecelakaan yang kerap terjadi adalah karena pengendara yang nekat mengambil arah yang berlawanan. Marka garis tengah memang digunakan sebagai pemisah jalur dan memudahkan pengguna jalan mengetahui sisi jalanan.

Namun, meski tidak ada marka garis di tengah jalan sebagai pemisah jalur, pengendara harus bisa memperkirakan kendaraannya tidak mengambil jalur dari arah berlawanan meski sedang berbelok di tikungan.

Hal ini sangat membahayakan pengendara lainnya karena dapat menyebabkan kecelakaan tunggal maupun beruntun. Sebagai pengguna jalan yang baik, tetap berhati-hati dan patuhi aturan, ya!

3. Kurangi kecepatan

Agus sendiri menegaskan bahwa pentingnya mengurangi kecepatan ketika hendak memasuki jalanan menikung demi menghindari bahaya. Hal ini tidak boleh kamu abaikan, terutama jika tikungan yang dilewati memiliki sudut mati sehingga ada sebagian jalan yang tidak terlihat.

Situasi semacam ini kerap ditemukan di jalanan pegunungan di mana kelokan yang ada sering terhalang oleh objek seperti pohon ataupun tebing di tepi jalan.

“Hindari menikung dengan kecepatan tinggi. Hal ini akan memakan banyak ruang di jalan untuk bisa melewati tikungan,” kata Agus menjelaskan.

Dengan menjaga kecepatan saat melalui jalanan berkelok tanpa garis marka di tengah jalan, maka pengendara bisa mengantisipasi berbagai potensi bahaya yang bisa terjadi kapan saja.

4. Jaga Jarak Aman dengan Pengendara Lain

Saat sedang berkendara di jalanan licin, jaga jarak aman dengan pengendara lain di depan kamu. Karena di atas jalanan yang licin, daya cengkeram ban berkurang, sehingga akan menyebabkan selip dan butuh waktu lebih banyak saat melakukan pengereman.

Menjaga jarak aman saat berkendara di jalanan yang licin juga dapat melindungi kamu dari kendaraan yang tiba-tiba mengerem mendadak yang ada di depanmu.

Bayangkan jika kamu terlalu dekat dengan pengendara lainnya yang ada di depan kamu dan tiba-tiba mengerem mendadak, pasti kamu akan menabrak pengendara tersebut.

5. Pastikan Seluruh Lampu di Kendaraan Menyala

Sebelum berkendara, apalagi jika di malam hari pastikan kalau semua lampu di kendaraan kamu menyala dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Hal ini supaya kamu tetap terlihat oleh pengendara lain saat berkendara di malam hari. Apalagi saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi, di mana jarak pandang jadi berkurang.

Ingat ya, sebelum berkendara kamu harus pastikan semua yang ada di kendaraan kamu dapat berfungsi dengan baik. Karena ini dapat melindungi kamu dan pengendara lainnya dari bahaya yang ada di jalanan.

6. Berhati-hati Saat Menyalip

Saat menyalip kendaraan lain pun kamu harus tetap berhati-hati. Kamu juga harus memerhatikan timing saat akan mendahului atau menyalip kendaraan di depan kamu, jangan asal salip.

Pastikan kondisi aman untuk menyusul kendaraan di depanmu, kalau perlu beri isyarat dengan lampu jauh dan juga klakson agar pengendara di depanmu tau kalo kamu hendak menyalipnya.

Saat menyalip, usahakan kamu jangan terlalu dekat dengan pengendara yang ada di depanmu. Hal ini ditakutkan akan membuat kagok antara kamu dengan pengendara lainnya saat menyalip.

7. Menikunglah dengan Santai.

Jika di jalanan yang licin, jangan gegayaan menikung ala pembalap MotoGP. Karena sejatinya berkendara bukanlah untuk gegayaan.

Beloklah dengan hati-hati dan memperhatikan situasi sekitarmu. Jangan berbelok mendadak dan terlalu patah serta jangan berbelok di kecepatan tinggi.

Di jalanan yang licin, daya cengkeram ban ke aspal cenderung berkurang, ban motor berpotensi mengalami selip, yang mengakibatkan terjatuh.

Kesimpulan

Itulah beberapa tips yang bisa kamu terapkan saat berkendara di jalanan yang licin dan berkelok. Jangan lupa persiapkan dengan baik semua keperluan ketika hendak berkendara. Jadilah pengendara yang baik, ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *