Minggu , Juli 3 2022
Smartphone No 1 di Indonesia

Walau Krisis Chip, Xiaomi Tetap Eksis Jadi Smartphone No 1 di Indonesia

Tomoc News – Krisis chip tak menghalangi prestasi Xiaomi yang kini menjadi smartphone no 1 di Indonesia. Mengingat pandemi COVID-19 menjadi salah satu faktor utama yang mendorong penggunaan Handphone makin masif. Karena meningkatnya kebutuhan, Xiaomi mencoba untuk membuat produknya dapat berguna bagi semua penggunanya.

Kebanyakan pengguna sudah bekerja, sekolah, dan beraktivitas lainnya secara online dengan gadget yang sesuai. Atas Inovasi dan kerja kerasnya, Xiaomi pun diklaim menjadi smartphone no 1 di Indonesia pada Q2 2021.

“Trennya di pandemi sangat-sangat meningkat. Kami mencoba memberikan banyak produk dan pilihan untuk kebutuhan pengguna. Ini semua berkat dukungan pengguna dan kerja keras kami sehingga membuahkan hasil. Kami Q2 2021 diumumkan menjadi smartphone nomor 1 di Indonesia dengan pangsa pasar 24%,” kata Stephanie Sicilia Head of PR Xiaomi Indonesia.

Dalam acara Konferensi Pers Gojek dan Xiaomi, Kamis 14 Oktober 2021, Stephanie mengatakan bahwa Indonesia masih menjadi pasar yang sangat potensial untuk dikembangkan. Terlebih, penetrasi penggunaan HP masih sangat pesat dan juga kebutuhannya lebih luas.

“Khususnya teman-teman di platform digital sekarang sudah dipakai untuk kerja, kuliah, sekolah, semua online. Secara tidak langsung kebutuhan akan device ada. Ini sejalan dengan visi dan misi kami, di mana inovasi dan teknologi berkembang tapi juga harus terjangkau,” tambah Stephanie.

Sayangnya, akibat krisis chipset yang melanda industri teknologi, Xiaomi Indonesia pun secara resmi telah menaikkan harga di empat produk smartphonenya sebesar Rp 100 ribu. Kabar tersebut diumumkan melalui akun instagram @xiaomi.indonesia.

Brand Smartphone Terbesar ke-2 di Dunia

Secara global, Q2 tahun 2021, Xiaomi dinobatkan sebagai brand smartphone terbesar ke-2 di dunia. Sebenarnya, selain perangkat smartphone, Xiaomi juga punya produk unggulan lainnya. Perangkat IoT Xiaomi diklaim sebagai yang terbesar di dunia, dengan lebih dari 374,5 juta perangkat pintar yang terhubung ke platformnya. Ini tidak termasuk smartphone dan laptop per 30 Juni 2021.

Pencapaian lainnya, di Agustus 2021, Xiaomi mencapai peringkat ke-338 pada daftar Fortune Global 500 untuk tahun ketiga yang berarti naik 84 peringkat dari posisi sebelumnya. Sementara pada Mei 2020, Xiaomi masuk dalam daftar Forbes Global 2000, dan posisinya naik ke peringkat 384.

Harga Handphone Xiaomi Kian Naik

Berdasarkan pantauan di Mal Ambassador, Selasa 12 Oktober 2021, harga Xiaomi pun sudah efektif naik. Misalnya untuk tipe Redmi 9C (2GB+32GB) menjadi Rp 1.449.000 sedangkan untuk tipe Redmi 9C (3GB+32GB) menjadi Rp 1.649.000.

“Iya ada yang naik tapi sebagian, budgetnya ada berapa nanti kita carikan yang sesuai,” kata salah seorang penjual.

Beralih ke toko Samsung, pegawai setempat menuturkan saat ini belum ada kenaikan harga ataupun rencana menaikkan harga jual Samsung. Harga yang ada di sana masih tergolong standar, kalaupun ada harga yang tinggi karena termasuk series premium.

“Sekarang masih stabil nggak ada kenaikan atau turun harga. Ke depan juga kita belum ada kabar, gimana dari perusahaannya. Yang harganya naik itu series premium, paling ada cashback dari smartphone premium kaya Samsung series flip dan lain-lain,” kata Alif.

Senada dengan itu, Handika, penjual smartphone VIVO pun mengatakan serupa. Sejauh ini, VIVO belum ada kenaikan harga. Dia mengatakan, VIVO cenderung mengalami penurunan harga. Terkait krisis chip, dia berpendapat akan lebih berpengaruh pada penjualan laptop dan sejenisnya.

“Kalau VIVO standar semuanya harga sama. Jadi yang di brosur itu udah sesuai sama SOP. VIVO jarang naik, kebanyakan turun. Soal langka chip, kalau hp nggak terlalu ngaruh sih, yang paling berpengaruh itu kalau di laptop,” tutur Handika.

Berikut rincian harga smartphone Samsung, Xiaomi, VIVO dan Oppo di tengah krisis chipset global:

Smartphone Xiaomi

  • Redmi 9A (2GB+32GB) Rp 1.249.000
  • Redmi 9A (3GB+32GB) Rp 1.349.000
  • Redmi Note 10 5G Rp 2.799.000
  • Redmi Note 9 Pro (6GB+64GB) Rp 3.399.000
  • Redmi Note 9 Pro (8GB+128GB) Rp 3.799.000
  • POCO M3 Pro 5G Rp 2.699.000
  • POCO F2 Pro (6GB+128GB) Rp 6.999.000
  • POCO F2 Pro (8GN+256GB) Rp 7.999.000
  • POCO M3 (4GB+64GB) Rp 1.899.000

Smartphone Samsung

  • Galaxy A03s (4GB+64GB) Rp 1.799.000
  • Galaxy A22 5G (6GB+128GB) Rp 3.299.000
  • Galaxy A22 (6GB+128GB) Rp 2.999.000
  • Galaxy A72 (8GB+128GB) Rp 5.999.000
  • Galaxy A72 (8GB+256GB) Rp 6.399.000
  • Galaxy A52 (8GB+128GB) Rp 4.999.000
  • Galaxy A52 (8GB+256GB) Rp 5.399.000
  • Galaxy Z Flip3 5G Rp 16.000.000

Smartphone VIVO

  • X60 5G Rp 7.299.000
  • V21 5G Rp 5.799.000
  • V21 (128GB) Rp 4.399.000
  • V21 (256GB) Rp 4.999.000
  • Y53s NFC Rp 3.699.000
  • Y20s Rp 2.999.000
  • Y21s Rp 2.799.000
  • Y21 Rp 2.399.000

Smartphone Oppo

  • Reno6 Pro 5G Rp 10.999.000
  • Reno6 5G Rp 7.999.000
  • Reno5 F Rp. 4.099.000
  • Reno6 4G Rp 5.199.000
  • Oppo A74 4G Rp 3.399.000
  • Oppo A54 (4GB+64GB) Rp 2.499.000
  • Oppo A74 4G Rp 3.399.000
  • Oppo A16 Rp 1.999.000

Demikian pembahasan mengenai smartphone Xiaomi yang tetap eksis menjadi smartphone nomor 1 di Indonesia walau sedang krisis chip. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.