Minggu , Mei 29 2022
Motor listrik
Foto: gojek/Motor listrik

Gojek Berencana Membangun Ekosistem Motor Listrik di Indonesia

Tomoc News – Gojek sebagai perusahaan transportasi online, berencana membangun ekosistem kendaraan listrik roda dua di Indonesia sekaligus mendukung rencana pemerintah Indonesia untuk menjadikan pengembangan industri kendaraan listrik sebagai prioritas nasional. Untuk mewujudkan rencana tersebut, Gojek sendiri akan menyewakan motor listrik untuk para mitra driver.

Gojek memang dikenal sebagai perusahan yang kerap meningkatkan kualitas start-up. Dengan ambisinya, Gojek berupaya mengembangkan usaha bisnis di bidang manufaktur kendaraan listrik roda dua, infrastruktur penukaran baterai, teknologi pengemasan baterai, hingga pembiayaan untuk memiliki kendaraan listrik. Salah satunya adalah dengan membentuk perusahaan patungan Electrum bersama TBS Energi Utama.

Budi Setiyadi, selaku Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mengatakan, inisiatif kerjasama yang dilakukan Gojek dan TBS merupakan bagian dari percepatan transisi menuju ke kendaraan listrik. Percepatan menuju kendaraan listrik dimulai dari kendaraan umum dan kendaraan pemerintah adalah dorongan yang dimulai dari pemerintah.

“Untuk percepatan angkutan umum ini, kami sudah menyasar ke beberapa layanan transportasi termasuk Gojek. Langkah Gojek dan TBS membentuk Electrum bisa menjadi contoh yang lain,” ujar Budi dalam keterangannya, dikutip Minggu 21 November 2021.

Motor Listrik Untuk Mitra Driver Gojek

Terkait rencan Gojek yang akan menyewakan motor listrik untuk para mitra driver, Chief Transport Officer Gojek, Raditya Wibowo mengatakan, pihaknya akan menyewakan skuter kepada mitra driver dengan biaya yang terjangkau. Nantinya biaya sewa tersebut akan menutupi biaya swap baterai dan pemeliharaan.

“Salah satu alasan kami ingin menggunakan (motor listrik) adalah kami ingin mengurangi biaya yang dikeluarkan pengemudi,” ujar Raditya, dikutip dari Nikkei 23 November 2021.

“Biaya utama (untuk pengemudi) adalah bahan bakar, makanan, dan paket data (seluler). Kami melakukan banyak hal untuk membantu mereka dengan makanan dan paket data. Kami pikir cara terbaik untuk membantu mereka dengan biaya bahan bakar adalah menggunakan listrik,” kata dia.

Kerjasama Gojek dengan Gogoro

Beralihnya armada Gojek menggunakan kendaraan roda dua dengan tenaga listrik merupakan bagian dari kerjasama strategis dengan Gogoro. Gororo sendiri merupakan produsen skuter listrik sekaligus swap baterai yang terkenal asal Taiwan.

Di bawah janji zero emission pada 2030, Gojek bertujuan untuk mengubah armadanya. Armada tersebut terdiri dari 2 juta roda empat dan roda dua menjadi kendaraan listrik dalam jangka waktu yang sama.

Pada tahap ini, Gojek akan menguji coba menggunakan 500 unit motor listrik di Jakarta Selatan. Kemudian tahap selanjutnya akan dilanjutkan dengan meningkatkan skala uji coba dengan target awal pemanfaatan hingga 5.000 unit motor listrik. Yang mana armada yang akan diuji cobakan ini akan diuji dengan jarak tempuh untuk penggunaan motor listrik sejauh 1 juta km di dalam platform Gojek.

Selain itu, data hasil uji coba ini nantinya akan dimanfaatkan Gojek untuk mencari kombinasi teknologi yang tepat untuk kendaraan listrik. Tujuannya adalah agar dapat memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan mitra driver dan pengguna Gojek, serta pasar Indonesia secara luas.

Dalam uji coba komersial tersebut, para pengguna Gojek dapat memilih motor listrik pada saat menggunakan layanan GoRide dengan area pick up dan drop off di Jakarta Selatan.

Program percontohan juga akan membantu Gojek dan Gogoro mengukur apakah pengemudi menyukai skuter listrik atau tidak. “Pengemudi Gojek adalah mayoritas pengendara sepeda motor. Jika bisa berfungsi baik dengan mereka, maka akan berfungsi baik juga untuk semua orang Indonesia,” kata Raditya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.