Minggu , Juli 3 2022
Cara Mengatur Keuangan

6 Cara Mengatur Keuangan Untuk Wiraswasta dan Freelancer

Tomoc.co – Ada banyak cara mengatur keuangan apalagi bagi wiraswasta dan freelancer. Kamu harus membuat keputusan untuk diri sendiri atas keuangan kamu.

Baik wiraswasta ataupun freelancer, kamu tidak hanya harus mengelola keuangan pribadi tetapi juga keuangan bisnis yang kamu jalani. Sebagai bos pada diri sendiri, kamu harus mengurus keuangan, asuransi, dan tabungan pensiun kamu sendiri.

Berikut adalah 6 cara mengatur keuangan yang dapat menstabilkan situasi keuangan kamu. Karena walaupun kondisi keuangan kamu sedang naik turun, kamu harus tetap mengatur keuangan kamu.

1. Catat Waktu dan Biaya

Sebagai seorang freelancer, mereka menganggap waktu adalah uang. Waktu tidak dapat dibayarkan dengan apapun. oleh karena itu gunakan waktu kamu sebaik mungkin. Catat seberapa lama waktu yang kamu gunakan untuk mendapatkan uang. Hal ini untuk mengingat seberapa beratnya kamu mendapatkan uang dan menyadarkan kamu tentang seberapa pentingnya untuk mengatur keuangan.

Sebagai freelancer hal tersebut dapat membantu kamu dalam meningkatkan keuntungan. Karena sebenarnya hanya kamu yang mengetahui seberapa lama kamu menggunakan waktu. Maka, temukan sistem yang sesuai untuk kamu. Untuk membantu kamu menggunakan waktu sebaik mungkin, ada banyak aplikasi yang memudahkan kamu dalam mencatat waktu dan biaya yang kamu habiskan selama bekerja untuk berbagai klien atau untuk produk yang kamu buat.

2. Buat Anggaran Bulanan

Cara Mengatur Keuangan

Saat kamu membuat anggaran, biasanya dimulai dengan mencatat pendapatan bersih yang kamu peroleh. Namun jika kamu memiliki jumlah uang yang berbeda dengan yang masuk setiap bulannya, ada baiknya kamu memulai dengan apa yang kamu butuhkan dulu. Misalnya seperti, bayar sewa tempat tinggal, angsuran kendaraan, pelajar, maupun bahan makanan.

Kamu juga mungkin ingin membuat anggaran kedua yang mencakup keinginan untuk dimiliki. Misalnya seperti makan malam di luar, perjalanan akhir pekan, atau smartphone terbaru.

Jika kamu berada di lini pekerjaan yang memiliki musim sibuk, rencanakan dengan baik untuk menabung lebih banyak selama bulan-bulan tersebut sehingga kamu siap saat pendapatan lebih rendah. Tetapi jangan lupa juga untuk memperhitungkan tabungan dan perencanaan pensiun sebagai bagian dari kedua opsi anggaran. Periksa langkah No. 3 dan No. 6 untuk lebih lanjut hal tersebut.

3. Bangun Dana Darurat

Para ahli merekomendasikan agar karyawan yang digaji menyisihkan uang untuk menutupi setidaknya tiga (idealnya sembilan) bulan pengeluaran jika terjadi keadaan darurat keuangan. Tetapi ketika gaji kamu bervariasi, kamu harus mempertimbangkan untuk membayar sembilan hingga 12 bulan.

Ini akan memberi kamu bantalan jika berada di antara proyek atau saat menghadapi pengeluaran yang tak terduga. Jika kamu memiliki tanggungan atau pengeluaran tetap seperti hipotek atau pembayaran mobil, bidik untuk spektrum tabungan yang lebih tinggi.

4. Buatlah Pembukuan yang Baik

Cara Mengatur Keuangan

Menjadi wiraswasta dan bekerja dari rumah memang dapat menghemat biaya pengeluaran seperti perjalanan ke tempat kerja. Menyimpan catatan pengeluaran seperti kertas printer, tinta, gas, dan tol. Kamu akan membutuhkannya untuk pengembalian pajak dan tujuan audit potensial Anda.

Jika kamu mengerjakan banyak pekerjaan, mungkin hal tersebut memiliki banyak faktor untuk dikelola. Lakukan riset terhadap program dan layanan perangkat lunak yang tersedia yang dirancang untuk membantu pekerja lepas melacak faktor dan pembayaran klien.

5. Simpan untuk Pensiun

Sebagai bos untuk diri sendiri, kamu harus menyiapkan tabungan pensiun untuk diri sendiri. Namun kamu tidak akan memiliki fasilitas seperti dana pendamping untuk memberi insentif pada diri kamu sendiri. Freelancer memiliki beberapa opsi untuk akun pensiun, termasuk individu.

Sebaiknya jadwalkan transfer otomatis dari rekening giro milikmu ke rekening pensiun pribadi untuk memastikan rencana tabungan dan investasi tetap pada jalurnya. Pastikan kamu memiliki cukup uang setiap bulannya.

Jangan lupa juga pertimbangkan untuk berkontribusi ke akun pensiun yang kamu miliki dengan dengan pemasukan tambahan, misalnya seperti pengembalian pajak atau pembayaran klien besar, kapan pun yang kamu bisa.

6. Lindungi Diri dengan Asuransi

Cara Mengatur Keuangan

Asuransi disabilitas dapat memberi kamu penghasilan jika mengalami kecelakaan atau penyakit yang menghalangi kamu untuk bekerja.

Penghasilan yang kamu punya dapat mencegah kamu dari berhutang dan untuk menutupi pengeluaran dasar saat kamu sakit. Pastikan untuk mendapatkan perlindungan asuransi dengan penghasilan dari pekerjaan kamu.

Tanpa itu, perusahaan asuransi mungkin menolak kamu untuk membayar tunjangan jika kamu merasa masih bisa mendapatkan uang di luar pekerjaan kamu saat ini. Hal itu mungkin dalam pekerjaan yang hanya membayar upah minimum. Pada catatan itu, asuransi kesehatan adalah tanggung jawab kamu juga.

Baca juga : 4 Tips Memilih Asuransi yang Tepat untuk Kamu yang Belum Menikah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.