Minggu , Mei 29 2022
Teknologi Finansial
Foto : Shutterstock

5 Profesi di Sektor Teknologi Finansial yang Menjanjikan di Masa Depan

Tomoc News – Istilah financial technology (fintech) atau Teknologi Finansial kini semakin terdengar di telinga masyarakat Indonesia beberapa tahun belakang. Di Indoensia, Istilah ini kerap dikaitkan dengan perkembangan perusahaan rintisan atau startup.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), fintech didefinisikan sebagai inovasi pada industri jasa keuangan dengan memanfaatkan penggunaan teknologi. Biasanya produk fintech sendiri berupa suatu sistem untuk menjalankan mekanisme transaksi keuangan yang spesifik.

Layanan keuangan yang disediakan bisa dengan mudah diakses oleh pengguna dengan inovasi tersebut. Bahkan, Fintech sendiri mempunyai kelebihan jika dibandingkan dengan layanan non-fintech, yaitu prosesnya yang dapat dipercepat.

Perusahaan rintisan yang bergerak di sektor fintech saat ini mulai bermunculan seiring dengan perkembangan teknologi. Berdasarkan laman fintech.id milik Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), sebanyak 335 perusahaan fintech telah bergabung dalam AFTECH per November 2021.

Kinerja sektor fintech pun sudah teruji selama masa pandemi Covid-19. Sektor ini berhasil bertahan dan tumbuh meski terjadi krisis ekonomi akibat pagebluk. Hasil Studi Penilaian Cepat Pasar Fintech Global Covid-19 menunjukkan bahwa 12 dari 13 sektor fintech tumbuh selama pandemi.

5 Profesi di Sektor Teknologi Finansial

Riset yang diluncurkan oleh Cambridge Centre for Alternative Finance itu menyebutkan bahwa 60 persen perusahaan yang disurvei selama pandemi bahkan meluncurkan produk atau layanan baru atau mengembangkan produk yang telah ada sebelumnya.

Melihat kinerja tersebut, sektor teknologi finansial dapat dijadikan pilihan tepat untuk meniti karier. Terlebih, sektor ini bakal terus berkembang seiring pertumbuhan teknologi digital. Lalu, apa saja sih profesi yang dicari perusahaan fintech? Berikut ulasannya.

1. Business Development

Teknologi Finansial
Foto: Shutterstock/ Business Development

Profesi pertama yang akan diulas adalah business development (BD). Seperti yang kita tahu, business development merupakan profesi yang banyak dibutuhkan pada hampir setiap perusahaan.

Alasannya, business development meruapakan profesi yang memiliki peran penting untuk kemajuan perusahaan. Banyak orang beranggapan bahwa profesi ini sama seperti sales. Namun, dua profesi tersebut sebenarnya tidaklah sama. Tugas dari business development sendiri untuk menciptakan nilai jangka panjang perusahaan melalui pelanggan, pasar, hingga relasi bisnis.

Dengan demikian, orang yang menjalani profesi ini bertanggung jawab untuk mencari cara supaya interaksi dengan pelanggan, pasar, dan relasi bisnis dapat tercipta peluang bagi perusahaan untuk terus tumbuh. Tak hanya menciptakan peluang, seorang business development juga harus memiliki strategi jangka panjang agar perusahaan dapat terus berkembang.

Sama seperti perusahaan pada umumnya, perusahaan fintech juga membutuhkan seorang business development yang bertugas mengembangkan bisnis. Nah, kamu bisa melirik posisi business development di fintech pembiayaan atau asuransi.

2. Investment Analyst

Teknologi Finansial
Foto : Shutterstock/ Investment Analyst

Secara umum, investment analyst atau analis investasi tidak jauh berbeda dengan analisis finansial. Di mana seorang investment analyst, memiliki tugas untuk mengumpulkan informasi, melakukan penelitian, serta menganalisis aset berupa saham, obligasi, mata uang, serta komoditas.

Bukan hanya itu, seorang yang menjalani profesi investment analyst juga bertugas untuk menafsirkan data yang didapatkan dalam bentuk laporan keuangan perusahaan, perkembangan harga, penyesuaian mata uang, serta fluktuasi hasil.

Dari hasil analisis tersebut, analis investasi dapat merekomendasikan peluang investasi yang tepat bagi perusahaan. Analis investasi dapat bekerja di perusahaan manajemen investasi, pialang saham, bank, dan perusahaan rintisan di sektor fintech.

3. Venture Capitalist

Teknologi Finansial
Foto : Shutterstock/ Venture Capitalist

Apakah kamu pernah mendengar berita bahwa sebuah startup mendapat suntikan modal hingga ratusan miliar dari investor? Nah, suntikan modal ini biasanya berasal dari perusahan keuangan yang umum disebut venture capital (VC).

Biasanya, venture capital memberikan modal kepada startup kecil tetapi memiliki potensi besar dalam jangka panjang. Adapun dana yang disuntikkan venture capital didapat dari gabungan beberapa pihak, seperti investor perorangan, investasi bank, dan lembaga keuangan.

Agar pengelolaan dana tersebut berjalan dengan baik, venture capital membutuhkan seorang venture capitalist. Seorang Venture capitalist akan bertugas memberikan saran serta menilai startup yang memiliki prospek di masa depan. Dengan kerjasama yang terjalin tersebut, dana yang dibenamkan kepada start up tersebut bisa mendapatkan imbal keuntungan bagi kedua belah pihak.

Kemudian, seorang venture capitalist juga bertugas menerima dana dari investor dan mendistribusikannya kepada startup potensial. Posisi ini juga bertugas mengawasi dan mengelola dana yang diberikan kepada startup.

Adapun venture capitalist biasanya mendapatkan keuntungan dari imbal hasil investasi yang diberikan kepada startup setelah perusahaan go publics atau diakuisisi.

4. Treasury Manager

Foto : Shutterstock/ Treasury Manager

Profesi berikutnya yang juga banyak dicari oleh perusahaan fintech adalah treasury manager. Profesi treasury manager ini memiliki tanggung jawab terhadap kondisi likuiditas perusahaan.

Untuk dapat menjalankan bisnis, seorang treasury manager harus dapat memastikan kondisi keuangan perusahaan dalam kondisi stabil. Tugas dari seorang treasury manager akan dimulai dari mengelola modal kerja, kas, investasi, hingga penggalangan dana.

Selain itu, orang yang menjalankan profesi ini juga harus bisa memberikan solusi keuangan yang menguntungkan perusahaan jika likuiditas perusahaan sedang tidak baik.

5. Research Analyst

Foto: Shutterstock/Research Analyst

Seorang research analyst atau analis riset pasar memiliki tugas untuk menyurvei dan menganalisis produk yang sedang tren di pasar, utamanya terkait keuangan dan ekonomi. Hasil dari analisis tersebut berupa data statistik yang dapat dijadikan sebagai strategi pemasaran sebuah perusahaan.

Selain itu, analis riset pasar juga berperan penting untuk membantu perusahaan dalam menyiapkan laporan penjualan. Pasalnya, baik nasabah maupun perusahaan membutuhkan info terkini mengenai hal-hal yang berdampak pada alokasi investasi.

Perusahaan yang bergerak di sektor keuangan, sekuritas, dan juga fintech membutuhkan seorang research analyst untuk membantu mengikuti tren pasar dan keinginan konsumen.

Penutup

Demikian lima profesi yang bisa kamu pilih untuk berkarier di sektor teknologi finansial. Untuk menjangkau kelima profesi tersebut, kamu membutuhkan modal ilmu pengetahuan terkait fintech.

Sumber artikel : kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.